Wow.. ternyata setelah beberapa lama belajar nge blog.. ada juga ya kriteria ngeblogging yang sehat... , blogging yang sehat itu seperti aapa c? nech.. klik disini untuk mengetahui lebih lanjut.
ADa Hadiahnya Juga Lho....
buruan ikutan... nyelam sambil minum airkan mayan... ^ ^
nach., sekalian promosiiin juga... bagi yang ingin belajar dan mendapatkan berita seputar saham
bole klik disini... biasanya data di update pagi sekitar jam 9-10 ... berhubung yang nulisnya sama ^ ^
jadi ada bocoran sedikit... pagi kan kerja... jadi kadang bisa telat postingannya
hahha
Rabu, 29 April 2009
Kamis, 16 April 2009
10 Kebiasaan Kecil Pemicu Diabetes Makanan dan minuman yang dapat memicu diabetes.
Dalam hidup ini berlaku hukum "tabungan". Apa yang kita lakukan menjadi tabungan di masa mendatang. Apa yang kita tabung sedikit demi sedikit akan terasa hasilnya bertahun-tahun kemudian. Begitu pun dengan penyakit. Mulai dari segelas minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Siapa nyana kalau itu bisa meningkatkan risiko diabetes?
1. Teh manis Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori.. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.
2. Gorengan Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.
3. Suka ngemil Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Pengganti: Buah potong segar.
4. Kurang tidur. Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.
5. Malas beraktivitas fisik Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. "Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda," kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Solusi: Bersepeda ke kantor.
6. Sering stres Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik.. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.
7. Kecanduan rokok Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.
8. Menggunakan pil kontrasepsi Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.
9. Takut kulit jadi hitam Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari.. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum "berjemur" di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.
10. Keranjingan soda Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses' Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Pengganti: Jus dingin tanpa gula.* Sumber : Prevention
Dalam hidup ini berlaku hukum "tabungan". Apa yang kita lakukan menjadi tabungan di masa mendatang. Apa yang kita tabung sedikit demi sedikit akan terasa hasilnya bertahun-tahun kemudian. Begitu pun dengan penyakit. Mulai dari segelas minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Siapa nyana kalau itu bisa meningkatkan risiko diabetes?
1. Teh manis Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori.. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.
2. Gorengan Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.
3. Suka ngemil Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Pengganti: Buah potong segar.
4. Kurang tidur. Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.
5. Malas beraktivitas fisik Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. "Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda," kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Solusi: Bersepeda ke kantor.
6. Sering stres Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik.. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.
7. Kecanduan rokok Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.
8. Menggunakan pil kontrasepsi Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.
9. Takut kulit jadi hitam Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari.. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum "berjemur" di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.
10. Keranjingan soda Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses' Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Pengganti: Jus dingin tanpa gula.* Sumber : Prevention
Selasa, 14 April 2009
Sabtu, 11 April 2009
Bikin Jus Alpukat
Nach disini akan di jelaskan cara memilih alpukat ^ ^
sewaktu memilih alpukat... liat lah kulit nya!!! mulus kagak!! kalau banyak jerawatnya berarti ngak sehat!! dalamnya beruban tar!!! bis itu ada 2 pilihan!! apa itu?
1.mau cepet masak?
2.mau tahan lama?
kl option yang dipilih no 1... goyang ajah alpukatnya!! dalammnya ada bunyi kletak kletok ngak?
kl ada... cepet masak itu...1 or 2 hari
kl no 2 yah sebaliknya lar,,,, pake logika donk wakakakakkaka
bis itu...
ni cara simple ajah c
dengan peralatan dan asesori yang ada dirumah
hm
ambil piso
belah tuh alpukat!! bersihin... hbs itu korek2... masukin ke gelas or mangkok!! bis itu... alpukat U itu di kasi gula... kalau ada madu kasi
kl ada blueberry tambahin ajah!!! kl ada biji2 an healthy food masukin ajah
bis itu ancurin pake piso or sendok... kasi air dan es batu...
kocok2 ... jadi d....
nyammmy.. ready to eat....
nah
bagi yang ada blender
gampang
masukin ajah ke blender
kasi air gula dan (sirup merah.. lupa gw namanya.. enak bagnet d...tanya mas2 yang jualan di kaki 5 tahu d ).....kasi es batu !! dan tombol On.... jreng jadi juga jus nya
sewaktu memilih alpukat... liat lah kulit nya!!! mulus kagak!! kalau banyak jerawatnya berarti ngak sehat!! dalamnya beruban tar!!! bis itu ada 2 pilihan!! apa itu?
1.mau cepet masak?
2.mau tahan lama?
kl option yang dipilih no 1... goyang ajah alpukatnya!! dalammnya ada bunyi kletak kletok ngak?
kl ada... cepet masak itu...1 or 2 hari
kl no 2 yah sebaliknya lar,,,, pake logika donk wakakakakkaka
bis itu...
ni cara simple ajah c
dengan peralatan dan asesori yang ada dirumah
hm
ambil piso
belah tuh alpukat!! bersihin... hbs itu korek2... masukin ke gelas or mangkok!! bis itu... alpukat U itu di kasi gula... kalau ada madu kasi
kl ada blueberry tambahin ajah!!! kl ada biji2 an healthy food masukin ajah
bis itu ancurin pake piso or sendok... kasi air dan es batu...
kocok2 ... jadi d....
nyammmy.. ready to eat....
nah
bagi yang ada blender
gampang
masukin ajah ke blender
kasi air gula dan (sirup merah.. lupa gw namanya.. enak bagnet d...tanya mas2 yang jualan di kaki 5 tahu d ).....kasi es batu !! dan tombol On.... jreng jadi juga jus nya
silakan makan 2.......
Kamis, 09 April 2009
Centang Centang!!
fiuh... akhirnya.,.. centang juga 4 kertas yang ada pada hari ini
waktu buka kertasnya ... gede amat... bingung jadinya mau napain....
akhirnya baca2 .... milih jg d gw...
ada yang merasa bingung kgk waktu milih?
waktu buka kertasnya ... gede amat... bingung jadinya mau napain....
akhirnya baca2 .... milih jg d gw...
ada yang merasa bingung kgk waktu milih?
Senin, 06 April 2009
Rahasia Diet Sehat
well, info ini saya ambil dari koran Pontianak Post, semoga bisa membantu temen2 yang ingin melaksanankan diet yang sehat..
1. Turunkan berat badan jika perlu, pasalnya setiap kilogram kelebihan berat badan dapat mempertinggi resiko terkena penyakit. menurut penelitian di New York , bubur gandum dapat membantu menjaga selera makan supaya terkendali
2. Jangan hanya Duduk dan berdiam Diri, jika anda ingin mengurangi berat badan atau mempertahankan berat badean saat ini, sisihkan minimal 45 menit untuk beraktivitas

3. Perbanyak Konsumsi buah dan sayur... wuih.. ini yang paling penting menurut saya...hehe
4. Dpatkan lebih banyak "good FAt", biasa banyak terkandung dalam minyak zaitun, kacang-kacangan, dan selai kacang. s
5. Kurangi gula ,, coba d minum banyak teh tawar...
6. Beralih ke makanan yang mengandung gandum...SekaraNg juga !! (tapi makan apa yahh!!) coba sekali 2 jalan ke mall, biasanya c ada tuh toko yang menjual healthy food... untuk luar negeri toko semacam ini sudah banyak sekali
7. Kurangi Konsumsi Alkohol....
1. Turunkan berat badan jika perlu, pasalnya setiap kilogram kelebihan berat badan dapat mempertinggi resiko terkena penyakit. menurut penelitian di New York , bubur gandum dapat membantu menjaga selera makan supaya terkendali
2. Jangan hanya Duduk dan berdiam Diri, jika anda ingin mengurangi berat badan atau mempertahankan berat badean saat ini, sisihkan minimal 45 menit untuk beraktivitas

3. Perbanyak Konsumsi buah dan sayur... wuih.. ini yang paling penting menurut saya...hehe
4. Dpatkan lebih banyak "good FAt", biasa banyak terkandung dalam minyak zaitun, kacang-kacangan, dan selai kacang. s
5. Kurangi gula ,, coba d minum banyak teh tawar...
6. Beralih ke makanan yang mengandung gandum...SekaraNg juga !! (tapi makan apa yahh!!) coba sekali 2 jalan ke mall, biasanya c ada tuh toko yang menjual healthy food... untuk luar negeri toko semacam ini sudah banyak sekali
7. Kurangi Konsumsi Alkohol....
Selain dari itu... disini ada beberapa makanan yang menghalau lemak
1. Teh Hijau
2. Jeruk Nipis
3.Bawang putih
4.Acar Wortel dan KEtimun...
sekian yah,. moga membantu...lol
hidup sehat..
Langganan:
Postingan (Atom)
